This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Pages

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

9 Alasan Orang Memakai Komputer Tablet

  


Komputer tablet sedang booming.
Gadget berbasis layar sentuh ini kian mendapat tempat di hati konsumen.
Lalu apa alasan utama orang-orang senang memakai tablet semacam iPad,
Galaxy Tab, Motorola Xoom, maupun BlackBerry PlayBook?

Biro riset terkemuka, Nielsen, coba meneliti alasan mengapa orang memakai tablet.
Berikut hasilnya seperti dikutip dari Fortune :

1. Mudah dibawa ke mana-mana (31%)
2. Interface/sistem operasi gampang digunakan (21%)
3. Startup/off yang cepat (15%)
4. Nyaman digunakan (12%)
5. Ukuran yang kompak (12%)
6. Bisa digunakan di berbagai tempat (12%)
7. Performa cepat (11%)
8. Menyukai fiturnya seperti aplikasi atau kalender (10%)
9. Ringan bobotnya (7%)

Di sisi penjualan tablet, Nielsen menjumpai bahwa tablet Apple iPad masih sangat dominan dengan pangsa pasar 82%. Kemudian di tempat kedua ada Galaxy Tab yang sangat jauh jaraknya dengan market share cuma 4%.

Komputer tablet, bagi sebagian kalangan, ternyata juga meminimalkan pemakaian perangkat lain seperti komputer desktop. Sejumlah 35% pemilik tablet mengaku jadi jarang memakai komputernya.
Sedangkan 32% konsumen tablet yang juga punya laptop, jadi cukup jarang menggunakan laptopnya.

Sabtu, 09 Juli 2011

iPad Penyelamat Media Cetak

Sumber : Majalah Marketing edisi Juni 2011)





Untuk kesekian kalinya media cetak mengalami cobaan berat. Setelah sebelumnya sempat sempoyangan digempur industri penyiaran TV dengan kekuatan audio visualnya, kini giliran gelombang revolusi digital yang mengabarkan lonceng kematian. Untungnya ada Apple yang dengan iPad-nya telah mengubah model bisnis media cetak.


Dari mana Anda biasanya mengakses informasi atau berita? Kalau pertanyaan ini kita lontarkan kepada anak-anak muda zaman sekarang barangkali jawaban paling dominan berturut - turut adalah internet, televisi, atau piranti mobile seperti ponsel. Media cetak seperti koran atau majalah barangkali berada diurutan paling akhir, atau malah tidak disebut sama sekali. Itulah ironi bagi media cetak di era digital. Anak-anak muda yang tumbuh dalam era digital menganggap media cetak sebagai barang kuno dan tidak praktis. Tidak peduli betapa bernilai informasi yang disajikannya.





Kondisi tersebut hampir merata di semua belahan dunia, bukan hanya di negara-negara maju seperti AS dan negara-negara Eropa, tapi juga negara berkembang seperti Indonesia. Pantas saja jika Phillip Meyer seorang penulis buku berjudul “The Vanishing Newspaper” meramalkan koran terakhir yang terbit adalah pada april 2040.

Bukan menakuti-nakuti industri media cetak, kematian media cetak bisa jadi lebih cepat dari yang diramalkan Phillip Meyer s. Indikasinya makin banyak saja masyarakat yang mengakses media cetak (koran, tabloid atau majala) melalui perangkat elektronik seperti laptop, ponsel, dan iPad. Yang disebut terakhirlah yang saat ini tengah tren di masyarakat kita.








Kehadiran iPad yang diperkaya dengan konten informasi dari media massa telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi media. Untuk membeli/berlangganan media cetak mereka kini tidak perlu lagi datang agen-agen atau loper, cukup berlangganan melalui iPad. Pembayarannya pun tidak lagi konvensional secara tunai, tapi secara elektronik melalui kartu kredit.

Berlangganan media masa melalui iPad bukan hanya lebih praktis, tapi juga terkesan futuristik, dan tentunya lebih keren. Cara membacanya tidak ribet, Anda tidak perlu membolak-balik helai demi helai halaman koran/majalah.Semua dilakukan hanya dengan menyentuhkan jari Anda ke layar iPad. Itu baru dari cara membacanya.




Keuntungan lainnya, pengguna tidak perlu dipusingkan dengan tumpukan koran/majalah lama yang cuma menjadi sampah di gudang di rumah. Jika Anda ingin membaca lagi, Anda tidak perlu mencari - cari lagi di gudang, karena semua edisi majalah yang telah Anda beli tersimpan secara elektronik di iPad. Kebetulan tren seperti ini sejalan dengan isu lingkungan yang antara lain mengedepankan hemat kertas (paperless).



Seperti diingatkan begawan manajemen mendiang Peter F Drucker, bisnis harus peka terjadap perubahan perilaku konsumen dan tujuan bisnis adalah untuk menciptakan pelanggan. Jika media massa tidak ingin ditinggalkan pembacanya, maka digitalisasi menjadi keharusan. Tren itulah yang kini tengah mengemuka akhir-akhir ini.

Media masa rama-ramai menyerbu iPad. Tak urung media massa besar seperti Kompas yang telah memiliki infrastruktur digital mapan tergoda masuk iPad. Kompas menggunakan iPad sebagai saluran digital sejak 2 Juli 2010, dan menjadi koran pertama di Asia yang nongol di iPad.


Mau tahu berapa biaya langgan aplikasi Kompas iPad? Pelanggan hanya dipungut Rp 50 ribu untuk berlanganan sebulan, atau jika memilih berlangganan langsung satu tahun cukup membayar Rp 500.000. Sebagai benefit pelanggan mendapatkan fitur KOMPASCetak.com, KOMPAS ePaper dan KOMPAS Reader. Paket berlangganan ini lebih murah ketimbang berlangganan versi cetak yang harganya Rp 3.500 per edisi atau Rp 78 ribu sebulan.

Dengan menggunakan aplikasi Kompas iPad pembaca bisa menikmati konten yang jauh lebih bervariasi dengan tampilan foto-foto yang lebih menarik serta suguhan video.Media massa lain yang telah masuk iPad adalah Majalah Marketing. Majalah Marketing mengenakan biaya berlanggan sekitar 1,9 dolar AS atau Rp 19 ribu per edisi. Harga ini jauh lebih murah dari harga versinya cetaknya, Rp 34.5000.






Saat ini sudah puluhan media massa nasional yang memperkuat diri dengan aplikasi iPad. Selain dua media massa di atas, media massa lainnya adalah Majalah Tempo, Info Bank, Esquire, Eksekutif, Globe, dan Tabloid Cek and Ricek. Bahkan, beberapa free magazine pun sudah masuk iPad. Biaya berlanggan yang ditawarkan rata-rata lebih murah dari versi cetaknya. Jangan heran jika majalah mendominasi iPad, karena aktivitas membaca majalah kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup kelas menengah ke atas.


Seperti dituturkan pengamat IT Eko Indrajit, salah keunggulan Apple, produsen ini menawarkan produk dan platform yang menguntungkan semua pihak, tidak hanya Apple semata. Ini yang tidak bisa diberikan Bill Gates dengan Microsoftnya. “Apple mengajak semua orang untuk kaya”, begitu selorohnya.





Apple dengan produknya iPad nya mengundang para pengembang untuk menciptakan konten dan aplikasi. Mereka pun berlomba-lomba menciptakan aplikasi dan konten semenarik mungkin, karena mereka akan mendapatkan bagian dari setiap konten dan aplikasi yang diunduh para pengguna. Jadi, tidak hanya Apple yang mengambil keuntungan.

Begitu pun yang berlaku pada kasus media cetak. Tiga pihak, yakni pengelola media, Apple, dan perwakilan Apple di Indonesia mendapatkan porsinya masing-masing sesuai kesepakatan. Jadi semuanya happy, termasuk konsumen yang mendapatkan paket harga berlangganan lebih murah.


Pertanyaannya adalah mampukah pengelola media meraih pelanggan yang lebih banyak? Secara teori iya, karena harga berlangganan sudah terpangkas. Masalahnya harga perangkat iPad masih tergolong mahal, kita masih menunggu gadget - gadget sejenis iPad yang lebih murah, sehingga lebih banyak lagi segmen masyarakat yang mengakses informasi lewat perangkat digital.

Satu hal yang tidak bisa dihindari media cetak mesti go digital jika ingin bertahan, dan Apple sudah membuka pintu lebar-lebar. Apple dengan iPad nya telah mengubah wajah media cetak dan memberi pengalaman baru dalam mengonsumsi media.

Senin, 16 Mei 2011

Inilah Wisata Luar Angkasa Dengan Virgin Galactic’s SpaceShipTwo

Oleh : Da Vina Vacation
Senin, 16 Mei 2011



Awal Mei Rabu, 4 2011 di langit di atas Mojave Spaceport Air dan CA, SpaceShipTwo, pesawat ruang angkasa komersial pertama di dunia, menunjukkan konfigurasi ‘bulu’ masuk kembali unik untuk pertama kalinya. Ini uji terbang, yang ketiga dalam waktu kurang dari dua minggu, menandai satu lagi tonggak utama pada jalur tes penerbangan powered dan operasi komersial.



SpaceShipTwo (SS2), bernama VSS Enterprise, sekarang telah terbang solo tujuh kali sejak perusahaan publik roll-out pada bulan Desember 2009 dan sejak selesainya tanah dan membawa tawanan-program pengujian. Penerbangan terbaru ini melihat AM 06:43 (lokal) landasan take off untuk VSS Enterprise, melekat pada (WK2) pesawat carrier WhiteKnightTwo, VMS Eve.



Di kontrol dari pesawat ruang angkasa adalah uji Scaled Composites ‘pilot Pete Siebold dan Clint Nichols sementara Mark Stucky, Brian Maisler dan Brandon Tinta crewed tujuan dibangun, semua, komposit WK2 pesawat kembar. Setelah 45 menit mendaki ke ketinggian 51.500 kaki yang diinginkan, SS2 dirilis bersih dari VMS Hawa dan mendirikan stabil meluncur profil sebelum diterapkan, untuk pertama kalinya, kembali perusahaan-entry atau “berbulu” konfigurasi dengan memutar bagian ekor kendaraan ke atas untuk sudut 65 derajat ke pesawat. Ia tetap dalam konfigurasi ini dengan tubuh kendaraan pada tingkat lapangan selama kurang lebih 1 menit dan 15 detik sementara turun, hampir vertikal, sekitar 15.500 kaki per menit, melambat oleh drag kok seperti kuat dibuat oleh bagian ekor terangkat.



Pada sekitar 33500 kaki pilot pesawat ruang angkasa ulang meluncur ke normal mode dan dieksekusi sentuhan meratakan landasan pacu, sekitar 11 menit dan 5 detik setelah rilis dari VMS Hawa. emua tujuan untuk penerbangan adalah bertemu dan rinci data penerbangan sekarang sedang dianalisa oleh para insinyur di Scaled Composites, perancang dan pembangun pesawat ruang angkasa Virgin Galactic sub-orbital.
George Whitesides, CEO dan Presiden Virgin Galactic, berkata: “‘se spektakuler pesawat pagi ini olehVSS Enterprise ketiga dalam 12 hari, memperkuat perputaran cepat dan sering-tingkat potensi penerbangan yang baru kendaraan Virgin Galactic. Kami juga telah menunjukkan pagi ini bahwa bulu-bulu yang unik masuk kembali mekanisme, mungkin yang paling penting keselamatan inovasi dalam sistem keseluruhan, bekerja sempurna.



Ini adalah satu lagi tonggak penting berhasil lulus untuk Virgin Galactic, dan membawa kita semakin dekat dengan dimulainya operasi komersial. Kredit ini disebabkan tim Scaled seluruh, perencanaan yang cermat dan keterampilan yang besar adalah mengubah perjalanan sejarah. “ Pete Siebold, yang bersama dengan Clint Nichols dikemudikan pesawat ruang angkasa yang ditambahkan:
“Dalam semua program tes penerbangan, setelah pelatihan, perencanaan dan melatih, tiba saat ketika Anda harus pergi ke sana dan terbang untuk nyata. penerbangan Pagi ini adalah mimpi uji coba itu. pesawat ruang angkasa adalah sukacita untuk terbang dan bagian keturunan berbulu menambahkan dinamika baru, tidak biasa namun indah untuk naik. Fakta bahwa semuanya berjalan untuk merencanakan, bahwa tidak ada kejutan dan bahwa kita membawa VSS Enterprise kembali ke Mojave aman dan sehat merupakan bukti besar bagi seluruh tim. “



Sayap bulu-bulu untuk Re-Entry

Mungkin yang paling inovatif fitur keamanan yang digunakan oleh SpaceshipOne dan sekarang SpaceShipTwo merupakan cara yang unik ia kembali ke atmosfer padat dari ruang vakum. Ini bagian dari penerbangan luar angkasa selalu dianggap sebagai salah satu Rutan teknis paling menantang dan berbahaya dan Burt bertekad untuk mencari solusi failsafe yang tetap setia pada filsafat Scaled Komposit tentang keselamatan melalui kesederhanaan. ilham-Nya untuk apa yang dikenal sebagai entri-ulang kok berbulu adalah rendah hati, yang seperti SpaceShipTwo mengandalkan desain aerodinamis dan hukum fisika untuk mengontrol kecepatan dan sikap.


Setelah keluar dari atmosfer struktur seluruh ekor pesawat ruang angkasa yang bisa diputar ke atas menjadi sekitar 65 ยบ. Konfigurasi berbulu memungkinkan kontrol otomatis sikap sejajar dengan pesawat ke cakrawala. Hal ini menciptakan drag sangat tinggi sebagai wahana turun melalui daerah atas atmosfer. Konfigurasi bulu juga sangat stabil, efektif memberikan percontohan kemampuan re-entry hands-free, sesuatu yang tidak mungkin di pesawat ruang angkasa sebelumnya, tanpa menggunakan komputer dikendalikan terbang-oleh sistem-kawat.


Kombinasi drag tinggi dan berat badan rendah (karena bahan sangat ringan digunakan untuk membangun kendaraan) berarti bahwa suhu kulit saat masuk kembali tetap sangat rendah dibandingkan dengan sebelumnya pesawat ruang angkasa berawak dan sistem perlindungan thermal seperti perisai panas atau genteng tidak dibutuhkan. Selama spaceflight sub-orbital penuh, sekitar 70.000 ft berikut re-entry, bulu menurunkan untuk konfigurasi aslinya dan angkasa menjadi seorang glider untuk penerbangan kembali ke landasan pelabuhan antariksa.

www.da-vina.com