This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Pages

Tampilkan postingan dengan label Leadership.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leadership.. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

JADILAH INTENSIONAL

Oleh: Mas Yudi Dua



Apa artinya menjadi intensional?
Artinya bekerja dengan memiliki tujuan
Membuat setiap tindakan memiliki arti.

Sikap intensional adalah soal berfokus mengerjakan sesuatu
Dengan cara yang benar, waktu demi waktu, hari demi hari
Dan selanjutnya terus seperti itu dengan cara yang konsisten.


Pribadi-pribadi yang sukses adalah orang-orang yang intensional.
Mereka bukan orang yang tidak menaruh perhatian atau bekerja serampangan.
Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan dan mengapa mereka melakukannya.

Supaya tim dapat meraih sukses
Diperlukan orang-orang yang intensional
Yang mampu tetap berfokus dan produktif
Orang-orang yang membuat setiap tindakan menjadi berarti.

Seberapa jauhkan sikap intensional Anda?
Ketika Anda menjalani hari Anda
Apakah Anda memiliki rencana dan tujuan
Untuk segala sesuatu yang Anda kerjakan?

Apakah Anda tahu tujuan Anda?
Dan mengapa Anda mengerjakan sesuatu yang sedang Anda lakukan itu?
Atau apakah Anda hanya terseret kian kemari dalam arus kehidupan?

Jika sesama anggota tim Anda
Tidak menemukan rasa intensional itu di dalam diri Anda
Mereka tidak akan tahu apa yang Anda harapkan dari mereka
Dan kecil kemungkinannya mereka akan mengandalkan Anda
Ketika hal itu benar-benar menjadi masalah.

BERSIKAPLAH INTENSIONAL HARI INI.
JADIKAN SETIAP TINDAKAN BERARTI.

Selasa, 20 Desember 2011

‎10 Falsafah Hidup Orang Jawa

Oleh: Mas Yudi Dua




DALAM berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan unen-unen untuk menata hidup manusia. Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, "Wong Jowo sing ora njawani".

Filosofi Jawa dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan mampu menambah wawasan kebijaksanaan.

Berikut 10 dari sekian banyak falsafah yang menjadi pedoman hidup orang Jawa.

1. Urip Iku Urup
Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.

2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
Berjuang tanpa perlu membawa massa. Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan,kekayaan atau keturunan. Kaya tanpa didasari kebendaan.

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Jangan mudah terheran-heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut-kejut. Jangan mudah ngambeg, jangan manja.

7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.

Kamis, 29 September 2011

Penyegaran Bagi Pemimpin yang Kelelahan


 Senin | 03 - 09 - 2011 | 20:00:00



Pemimpin yang telah lama menari di atas panggung
akan berjarak dengan realitas.
Pemimpin butuh penyegaran terus menerus
agar dapat melintasi jarak realitas tersebut.

Masa kepemimpinan yang kedua ini,
SBY banyak mendapat kritik
dan peringatan. Ibarat seorang penari,
SBY adalah penari yang kelelahan untuk
menyelaraskan gerakan penari yang lain.
Ibarat gerak penari yang
sudah tidak pas
dengan ketukan irama aspirasi rakyatnya.

Apa ciri pemimpin yang kelelahan?

Pertama, perubahan fisik.
Kita bisa menyaksikan bahkan dari televisi,
lingkar kantung mata SBY
yang terus meluas dan semakin gelap.

Kedua, perubahan pesan.
Berbeda dengan awal kepemimpinan,
kita sekarang semakin sering mendengar
SBY mengeluh.

Ketiga, perubahan sikap.
Pemimpin yang lelah cenderung
bersikap defensif, tidak lagi proaktif.
Pemimpin yang lelah cenderung kompromis,
memburamnya visi.

Keempat, perubahan obyek pembicaraan.
Pemimpin yang lelah lebih banyak berbicara
tentang dirinya sendiri,
bukan tentang organisasi atau bangsanya.

Kelima, perubahan relasi sosial.
Pemimpin yang lelah kehilangan kepercayaan
dengan orang lain.
Lingkup relasinya mengecil
hanya dengan semakin sedikit orang.

Menjadi pemimpin,
ibarat seseorang yang berada
di atas panggung pagelaran tari.
Mau tidak mau,
ia akan berjarak dengan realitas
kebanyakan orang.
Jarang yang akan mengubah
relasinya dengan orang lain.
Relasi dengan orang lain berubah
menjadi relasi kekuasaan.
Dulu para teman  bebas bicara,
sekarang mereka menata kata-kata
dan membangun kesan positif.

Oleh karena itu,
seorang pemimpin membutuhkan
energi yang lebih besar
untuk melintasi jarak realitas tersebut.
Semakin tinggi posisi maka
semakin besar energi yang dibutuhkan.
Ia seolah berdiri sendiri di pucuk
sebuah bangunan.
Tak heran bila perasaan kesepian itu
menyergap seorang pemimpin.
Ia berdiri sendiri dan harus bisa
mengandalkan dirinya sendiri.

Ditengah kesendirian yang berjarak
dengan realitas itu,
seorang pemimpin menghadapi
berbagai tantangan
penuh ketidakpastian.
Tantangan yang menuntutnya
untuk mengambil keputusan
dan bertindak berani.
Dan serangan kesepian pun semakin keras
menghujam diri seorang pemimpin.

Apa yang bisa dilakukan? Pembaharuan diri.
Pemimpin perlu berdiam untuk
menjadi sadar mengenali diri,
harapan dan kepedulian. Penemuan diri
sebagai sumber energi.
Penemuan harapan
sebagai arah ke masa depan.
Penemuan kepedulian
sebagai penyelarasan
dengan orang lain yang patut dipedulikan.
Bayangkan, lahirnya kebaharuan
yang penuh energi,
kejelasan arah dan berbareng bergerak.

Kemarin, SBY Janji Ubah Gaya Kepemimpinan.
Anda yakin akan terjadi perubahan?
Saya yakin hanya jika SBY
melakukan pembaharuan diri
dengan menjadi sadar mengenali diri,
harapan dan kepedulian.

Ya masalahnya,
apakah posting ini akan dibaca SBY...

Oleh :




















Wahyudi Sudiyono
http://about.me/TheMasYudiWay 

Selasa, 14 Juni 2011

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemimpin

Selasa, 27 Juli 2010 15:27


logo-ceDwight Eisenhower, Presiden Amerika Serikat ke-34 pernah berujar, "Kepemimpinan adalah seni untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang Anda inginkan, dan membuatnya merasa ia ingin melakukan hal itu tanpa keterpaksaan."

Menurut Toddi Gutner, penulis di The Wall Street Journal, kata-kata yang terucap dari Eisenhower tadi akan sangat bermakna bagi setiap pemilik bisnis kecil dan menengah. Kata-kata tersebut berbeda dari ujar yang mengatakan, "Jika Anda ingin sesuatu berjalan dengan baik, lakukan sendiri." Menurut Toddi, kata-kata tersebut akan membuat pemilik perusahaan kecil dan menengah dalam masalah.

Masalah untuk mendelegasikan tugas adalah salah satu kesalahan manajemen dan kepemimpinan yang paling sering dilakukan oleh pemimpin perusahaan kecil dan menengah. Ketika kesalahan ini terjadi, mungkinkah diperbaiki? Berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai opini dan cara pandang pemimpin perusahaan yang bisa membuat mereka dalam masalah.

"Semuanya Tentang Saya"
Dalam banyak kasus, para wirausahawan sangat berambisi terhadap perusahaan mereka, sehingga mereka kehilangan perspektif dan mencampuradukkan siapa diri mereka dengan bisnisnya. Gary Schuman, presiden CDL Consulting, firma konsultan kepemimpinan di New York mengatakan, "Ego si pemilik wirausaha seringkali menghalangi. Sehingga sulit untuk si pemilik perusahaan dan tim manajemennya menentukan arah untuk pertumbuhan perusahaannya. Sekali-sekali, pemimpin perusahaan perlu mengkaji ulang apa yang benar-benar berhasil dan apa yang tidak berjalan dengan baik. Disarankan untuk mendapatka feedback informal dari wirausahawan lain. Atau, lebih baik lagi, sewa pelatih untuk membantu Anda mengenali kekuatan dan kelemahan diri sebagai pemimpin.

"Tak Ada yang Lebih Baik Dari Saya"
Ini adalah salah satu penyebab masalah pada delegasi. Ini sangat mudah dimengerti, mengingat para wirausahawan biasanya memulai segala sesuatunya dari nol, dan ialah yang memegang kunci keputusan-keputusan penting. Namun adalah hal yang penting bagi pemilik perusahaan untuk menjadi orang yang berpengaruh, bukan orang yang mengontrol segalanya. Pemilik perusahaan perlu untuk mulai memercayai orang lain dan menyisihkan waktu membangun orang-orang di sekitarnya agar mereka pun bisa melatih peran yang lebih tinggi bagi mereka.

"Visi Saya Adalah Untuk Tetap di Bisnis"
Seringkali pemimpin bisnis kecil terlalu ikut campur pada pekerjaan harian sehingga mereka sulit untuk menyusun langkah strategis ke depannya, mengenai arah perusahaan. Anda perlu mengambil waktu untuk melambatkan diri dan berefleksi, lalu pikirkan adrenalin untuk menjalankan bisnis ini. Hal ini kemudian menjadi hal yang penting untuk membangun bakat dan mendelegasikan tugas, sehingga para pemimpin bisnis kecil bisa melakukan tugasnya, yakni memimpin.

"Ide Saya Adalah yang Terbaik"
Bisnis kecil tumbuh di sekitar kepribadian kuat dari para pemimpinnya, yang seringkali berarti, "sebuah lingkup kerja yang mengajar pegawainya untuk menjadi reaktif ketimbang proaktif". Dalam tempat kerja seperti ini, para pegawai seringkali sulit untuk mengungkapkan isi pikiran mereka. Anda bisa mengambil alih pikiran mereka, tetapi bukan hati mereka, padahal justru hati merekalah yang terpenting. Untuk menghindari kultur semacam ini, pemilik bisnis kecil harus menyiapkan level kepercayaan yang tinggi, dengan komunikasi dua arah, juga pembagian tanggung jawab dan peran yang sangat jelas. Pegawai harus merasa mereka bisa menyumbang saran dan ukuran untuk dikontrol. Mungkin kotak ide untuk pegawai bisa diciptakan agar para pegawai bisa menyumbangkan sarannya dan tidak selalu berkonsentrasi pada ide si pemilik saja, karena yang ada di lapangan dan berhadapan langsung dengan para konsumen adalah si pegawai

"Saya Tak Perlu Belajar Bagaimana Cara Memimpin Perusahaan"
Salah satu pelajaran tersulit untuk dipelajari adalah, menjadi pemimpin yang efektif tak selalu datang alamiah. Banyak orang yang butuh bantuan mempelajarinya. Anda harus mau untuk terus belajar bertumbuh dan berkembang sesuai perubahan zaman. Karena, bisa saja kemampuan yang selama ini Anda anggap sudah benar dan baik, suatu saat bisa berubah menjadi hal yang tak lagi relevan atau dibutuhkan ketika perusahaan mulai berkembang. Karena itulah, mencari opini dari luar, belajar dari teman, membangun jaringan dari sesama pemilik usaha kecil, atau dari pelatih bisa membantu menambah wawasan mengenai kepemimpinan dan mengatur menyusun gol di masa depan yang baru. (Kompas Female)

Rabu, 20 April 2011

(Alm) Jendral Besar HM Soeharto



***** Perwira Handal Ahli Strategi *****

Mantan Presiden Soeharto sudah melewati usia 85 tahun. Senyumnya masih mengembang pada wajahnya yang mulai tampak keriput. Kejaksaan Agung sudah menghentikan penuntutan atas perkaranya. Pak Harto termasuk di antara tokoh pejuang TNI yang menerima anugerah Bintang Sakti Maha Wira Ibu Pertiwi.

Muncul di depan publik pada acara akad nikah cucunya—Dany Rukmana dan artis Lulu Tobing—akhir bulan lalu, Pak Harto yang pernah memerintah negeri ini 32 tahun, tampak segar dan sehat. Namun sang jenderal besar yang murah senyum ini tak lagi mampu berkomunikasi dengan baik lantaran kerusakan jaringan syaraf otak akibat stroke yang dideritanya sejak lima tahun lalu. Hari itu, Pak Harto mengenakan pakaian adat Jawa, bertindak sebagai saksi pernikahan putra pasangan Hj. Siti Hardiyanti dan H. Indra Rukamana.

Jenderal Besar TNI Soeharto, berada di urutan kedua setelah mendiang Panglima Besar Soedirman dalam urutan 61 penerima anugerah Bintang Sakti Maha Wira Ibu Pertiwi. Pilihan itu jatuh ke Pak Harto karena dinilai sebagai Perwira Handal Ahli Strategi. Penerima anugerah Bintang Sakti lainnya, termasuk Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution (alm), Laksamana Muda (Anumerta) Josaphat Sudarso, Laksamana TNI (Laut) R. Subiyakto dan Laksamana TNI (Udara) Suryadi Suryadarma. Pada peringatan ulang tahun TNI ke 61, tanggal 5 Oktober 2006, TNI menerbitkan buku Bintang Sakti Mahawira Ibu Pertiwi yang memuat 61 penerima anugerah tersebut, dan riwayat singkat kejuangan mereka. Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, dalam kata sambutannya, menilai penulisan buku tersebut sebagai refleksi historis pengabdian para pejuang agar dapat dijadikan referensi otentik dan sumber inspirasi bagi generasi penerus TNI. Dengan demikian dapat diperoleh gambaran tentang dinamika kiprah pengabdian para pejuang bangsa, khususnya para penerima Bintang Sakti yang berperan dalam perjuangan membela, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Menurut Panglima TNI, dengan memahami sejarah perjuangan para penerima Bintang Sakti, generasi penerus bangsa diharapkan mampu memetik hikmah nilai-nilai kepejuangan dan ketokohan para pendahulu TNI. Mereka yang bertugas di daerah operasi, tulis Djoko, telah menunjukkan tekad yang kuat, semangat pantang menyerah, kerelaan berkorban dan pengabdian tulus ikhlas yang dilakukan dengan penuh dedikasi dan tanpa pamrih. “Dalam situasi keterbatasan yang dimiliki TNI pada saat itu, para tokoh pejuang TNI telah menanamkan dasar-dasar yang kuat dalam membentuk jati diri TNI. Nilai-nilai semangat pengabdian dan profesionalitas yang perlu diwariskan bagi generasi penerus untuk diaktualisasikan dalam pengabdian sesuai dengan tantangan tugas yang dihadapi,” tulis Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.

Bintang Sakti berupa piagam tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia. Para penerima anugerah Bintang Sakti, berdasarkan kriteria sebagai berikut;

(1) Anggota TNI yang menunjukkan keberanian dan ketebalan tekad melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam melaksanakan tugas militer disertai kesabaran serta keikhlasan mengorbankan jiwa di dalam maupun di luar pertempuran tanpa merugikan tugas pokok.

(2) Warga Negara Republik Indonesia, bukan anggota TNI, yang menjalankan tugas kemiliteran.

(3) Bisa dianugerahkan secara anumerta kepada anggota TNI dan bukan anggota TNI yang gugur atau meninggal dunia sebagai akibat langsung di dalam maupun di luar pertempuran.

(4) Bintang Sakti dapat dianugerahkan untuk kedua kali, ketiga kali, dan seterusnya kepada anggota TNI dan WNI bukan anggota TNI, setiap kali dia memenuhi syarat sebagaimana ditentukan dalam UU Negara RI No 65 Tahun 1958. Ketentuan anugerah ulangan ini bahwa tindakan atau tugas yang diberikan anugerah tersebut tidak ada hubungannya, sangkut pautnya, ataupun merupakan kelanjutan dari tindakan-tindakan atau tugasnya untuk mana telah diberikan suatu anugerah. Perwira Handal Ahli Strategi Jenderal Besar Soeharto yang lahir di desa Kemusuk, 6 Juni 2001, menjabat Presiden Republik Indonesia kedua selama 32 tahun. Pembawaannya tenang, tutur katanya terukur dan selalu bertindak sesuai aturan, Pak Harto dijuluki the smiling general (jenderal yang murah senyum). Dia sosok pria Jawa yang kalem dan berpenampilan sederhana. Namun di balik itu semua, Pak Harto berhasil mengemban dengan baik berbagai pertempuran sengit dan tanggung jawab militer yang berat dan keras.

Rasa cinta dan ingin menyaksikan bagian lain dari tanah air adalah salah satu motivasi yang menggugah Soeharto untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit Koninklijk Nederlans Indische Leger (KNIL). Atas penampilan fisik yang sehat dan tegap yang disertai kecerdasan otak, Soeharto belia, sejak 1 Juni 1940 diterima sebagai siswa militer di Gombong, Jawa Tengah. Enam bulan setelah menjalani latihan dasar, dia tamat sekolah militer sebagai lulusan terbaik dan mendapat pangkat Kopral di usia 19 tahun.

Pos penempatan pertama Kopral Soeharto adalah Batalyon XIII, Rampal Malang. Kemudian Soeharto masuk sekolah lanjutan Bintara, juga berada di Gombong. Karena sikap keprajuritan dan disiplinnya yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat dia mendapat kenaikan pangkat. Pasukan Inggris mendarat di Jakarta, 29 September 1949, atau empat tahun setelah Indonesia merdeka, untuk mengemban amanah kapitulasi Jepang. Kemudian mendarat di Semarang, Surabaya dan Bandung. Pasukan Inggris di bawah komando Brigadier Jenderal Bethel bergerak dari Semarang menuju Ambarawa dan Magelang untuk menjem-put sekutunya, yaitu interniran Belanda.

Ternyata pasukan Inggris bersikap kurang ramah, memicu amarah rakyat dan berujung insiden bersenjata. Mereka menguasai obyek-obyek penting di Kota Magelang. Ketika pecah pertempuran Ambarawa, Letkol Soeharto memimpin Batalyon X. Bersama pasukan-pasukan lain, pasukan Soeharto bertempur melawan pasukan Sekutu di Ambarawa. Untuk merebut kembali obyek-obyek vital di dalam kota, pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) didatangkan dari Banyumas, Salatiga, Surakarta dan Yogyakarta. Pasukan Inggris di Magelang dan Ambarawa, terkepung.

Empat kompi pasukan Soeharto berhasil menduduki Banyubiru. Pasukan Sekutu dipukul mundur dari Ambarawa. Sejak peristiwa itu, Soeharto mulai dikenal sebagai perwira yang cakap di lapangan dan mendapat perhatian dari Panglima Besar Soedirman. Belanda kembali melancarkan agresi militer kedua, Februari 1949. Yogyakarta berhasil dikuasai. Letkol Soeharto dan pasukannya mengadakan konsolidasi di luar Yogya. Sepuluh hari setelah peristiwa tersebut, Soeharto dan pasukannya menyiapkan serangan balasan ke pos-pos pasukan Belanda di luar Yogya. Soeharto menyusun siasat secara seksama sebelum melakukan serangan umum ke Kota Yogya.

Menjelang fajar menyingsing 1 Maret 1949, pasukan Letkol Soeharto mulai bergerilya masuk kota Yogya. Serangan berjalan gencar dan lancar sehingga kota Yogya dapat diduduki selama enam jam. Kota Yogya berhasil direbut kembali, dan pasukan TNI merebut berton-ton amunisi dari pasukan Belanda. Namun ketika pasukan Belanda kembali dengan mesin perang dan amunisi lengkap, Letkol Soeharto segera memerintahkan pasukannya mundur kembali ke pangkalan masing-masing di luar kota Yogya.

Serangan umum tersebut, lebih dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949, sebetulnya serangan yang bersifat politis untuk mendukung perjuangan diplomasi RI di PBB. Dan secara psikologis mengobarkan semangat juang rakyat untuk mendukung TNI; memulihkan, memupuk dan meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap TNI, karena TNI masih setia pada tugasnya menumpas musuh.

Peran penting lainnya yang pernah diemban Brigjen Soeharto ketika dia ditunjuk sebagai Panglima Mandala untuk membebaskan Irian Barat dari cengkraman penjajah Belanda. Soeharto berhasil. Irian Barat kembali ke pangkauan Ibu Pertiwi, 1 Mei 1963.

Tugas fenomenal selanjutnya yang berhasil diemban oleh Jenderal Soeharto adalah menumpas Gerakan PKI 30 September 1965. Saat itu, Soeharto dihadapkan pada situasi genting. G.30.S/PKI, dinihari 1 Oktober, menculik enam perwira senior TNI-AD untuk melicinkan jalan kudeta mereka melawan pemerintahan Presiden Soekarno.

Kolonel Latief yang memimpin operasi penculikan, membuang jenazah enam jenderal dan seorang kapten ke sebuah sumur tua di tengah kebun karet terlantar Lubang Buaya, Jakarta Timur, di mana para sukarelawan Pemuda Rakyat dan Gerwani, Ormas underbow PKI, sedang melakukan latihan tempur. Sementara itu pimpinan kudeta, Letkol Untung, pagi hari 1 Oktober 1965, berhasil menguasai stasiun pusat RRI untuk mengumumkan pembentukan kekuasaan Dewan Revolusi Indonesia Pusat yang disertai Dewan-Dewan Revolusi Daerah.

Pangkostrad Mayjen Soeharto memimpin operasi penumpasan G.30.S/PKI. Para pemimpin G.30.S/PKI pun ditangkap. Situasi Jakarta dan seluruh tanah air berhasil dipulihkan. Tanggal 11 Maret 1966, Jenderal Soeharto mengemban surat perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno untuk membubarkan PKI, dan memulihkan stabilitas keamanan nasional dan kondisi politik Indonesia. Bung Karno melantiknya sebagai Menteri Utama Bidang Hankam dalam kabinet 100 menteri (Ampera), Juli 1966. Para demonstran siswa dan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat menuntut Bung Karno turun dan kabinet 100 menteri dibubarkan.

Di luar karir militernya, Soeharto dikukuhkan oleh MPRS menjadi Presiden RI menggantikan Bung Karno, Maret 1967. Putra dari pasangan Kertosudiro dan Sukirah ini, sejak itu menjadi pemimpin sipil sampai mengundurkan diri tanggal 21 Mei 1998. Di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia mengalami banyak kemajuan. Pembangunan di berbagai bidang kehidupan mengalami kemajuan pesat sampai munculnya krisis moneter yang menimpa sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand dan Malaysia, pertengahan tahun 1997.

Krisis moneter tersebut memicu lahirnya krisis politik dan keamanan yang berujung pada pengunduran diri Pak Harto. Di bidang kemiliteran, sosok Soeharto telah memimpin berbagai pertempuran dengan penuh keberanian. Pengorbanan, kegigihan dan pengabdiannya kepada negara dan bangsa, menjadikannya salah satu putra terbaik bangsa yang layak mendapat anugerah kehormatan Jenderal Besar TNI dan Bintang Sakti.

Beberapa bulan lalu (11/5-2006), Andi Samsan Nganro, hakim tunggal pra-peradilan sekaligus Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, membatalkan SKP3 dari Kejaksaan, membuka kembali perkara Pak Harto. Namun sesuai dengan fatwa Mahkamah Agung, perkara Pak Harto hanya bisa dibuka kembali bilamana jaksa mampu menghadirkan terdakwa di sidang pengadilan.

Pihak Kejaksaan sendiri sudah memutuskan untuk menghentikan penuntutan terhadap perkara Pak Harto. Sedangkan tim dokter, baik pribadi maupun negara, sudah memberi rekomendasi medis bahwa kerusakan otak Pak Harto permanen, tidak bisa disembuhkan. Menjalani hari-hari senjanya, Pak Harto lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, beribadah, berdoa, berzikir dan beramal untuk sesama manusia.

************************

Jumat, 25 Maret 2011

5 CIRI PEMIMPIN YANG DIIKUTI DAN DICINTAI




1. Pemimpin yang memahami TUJUAN dan tahu bagaimana CARA MENCAPAINYA
>>Team senang apabila mereka jelas kemana arah tujuan, apa yang harus dicapai, apa ukurannya dan bagaimana strategi dalam meraihnya


2. Pemimpin yang dapat menghidupkan perkataan melalui SIKAP dan TINDAKAN

>>Pada saat Team melihat contoh teladan secara nyata dalam tindakan, maka muncullah kepercayaan dan rasa hormat.


3. Pemimpin yang memiliki energy tinggi dan menularkan ENERGY POSITIF terhadap siapapun disekitarnya.
>>Adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bila dipimpin oleh orang yg memiliki energy, antusias, selalu berbaik sangka dan pikiran yang positif.

4. Pemimpin yang bersedia MENDENGARKAN orang lain

>> Pemimpin yang mau mendengar adalah pemimpin yang menghargai masukan team, menyenangkan sebagai teman diskusi, menjadi inspirasi untuk terus belajar menjadi lebih baik.

5. Pemimpin yang BERANI mengambil tindakan dan BERTANGGUNG JAWAB atasnya.

>>Pemimpin yang bertanggung jawab menciptakan team yang bertanggung jawab.

***** www.da-vina.com *****

Jumat, 19 November 2010

RICHARD " VIRGIN " BRANSON

*******************************





Autobiografi

Saya lahir pada tahun 1950 dan bersekolah di Stowe School. Di sinilah yang saya set majalah Siswa ketika saya masih 16th. Pada tahun 1970 saya mendirikan Virgin sebagai pengecer rekaman mail order, dan tak lama setelah itu saya membuka toko rekaman di Oxford Street, London. Pada tahun 1972 kami membangun sebuah studio rekaman di Oxfordshire mana artis Virgin pertama, Mike Oldfield, merekam 'Tubular Bells'.



Pada tahun 1977 kami menandatangani Sex Pistols dan kami pergi untuk menandatangani nama-nama rumah tangga banyak dari Culture Club ke Rolling Stones, membantu untuk membuat Virgin Music salah satu dari enam perusahaan terkemuka di dunia rekaman.

Dengan sekitar 200 perusahaan di lebih dari 30 negara, Virgin Group sekarang telah diperluas menjadi waktu senggang, perjalanan, pariwisata, mobile, broadband, TV, radio, festival musik, keuangan dan kesehatan dan melalui Virgin Green Fund kita berinvestasi dalam energi terbarukan dan efisiensi sumber daya .

Pada bulan Februari 2007, kami mengumumkan Perawan Bumi Challenge - hadiah $ 25 juta untuk mendorong giat teknologi yang akan menghasilkan penghapusan bersih antropogenik, gas rumah kaca di atmosfer.



Pada bulan Juli tahun yang sama saya mendapat kehormatan untuk bergabung dengan teman baik saya Peter Gabriel, Nelson Mandela, Graça Machel, dan Desmond Tutu untuk mengumumkan pembentukan The Sesepuh, sekelompok pemimpin untuk berkontribusi kebijaksanaan mereka, kepemimpinan yang independen dan integritas untuk mengatasi beberapa masalah di dunia terberat.




Saya juga sangat bangga dengan karya Virgin Unity, not-for-profit pondasi bisnis kami, yang terus fokus pada pendekatan kewirausahaan terhadap isu-isu sosial dan lingkungan dan menikmati mendukung pekerjaan mereka dalam setiap cara yang aku bisa.

SIR RICHARD BRANSON
CHAIRMAN OF VIRGIN GROUP